belajar

Juni 26, 2009

kang lipong, 14 April 2009
Seperti yang sudah penulis janjikan pada postingan yang terdahulu,kali ini penulis akan memaparkan tentang bagaimana langkah-langkah yang harus kita jalankan ketika melakukan instalasi Windows 7.Silahkan anda baca dan terapkan satu persatu langkah-langkah yang diberikan.
System requirements
Untuk menjalankan Windows 7 dibutuhkan beberapa Resource
komputer.Berikut minimum system requirements untuk Windows 7 :
1. 1 GHz 32-Bit atau 64-Bit Processor
2. 1 GB Memory
3. 16 GB Free Disk Space
4. Support directX 9 Graphics dengan 128 MB Memory
5. DVD-R/W Drive
6. Internet access (Untuk aktivasi dan update Windows)

Download Windows 7 BETA
Kita dapat men-download ISO Windows BETA secara gratis di Website Microsoft. Windows 7 menyediakan versi 32-Bit dan 64-Bit. Anda bisa mendownloadnya di Website resminya,klik saja link ini
Ketika mendownload file ISO Windows 7 BETA,kita juga akan mendapatkan product key untuk keperluan instalasi. Jangan lupa untuk mencatat product key Windows 7.

Langkah-langkah Upgrade Windows 7
1. Masukkan DVD Windows 7
2. Klik file setup.exe apabila DVD Windows7 tidak melakukan Autorun
3. Selanjutnya akan mendapatkan kotak dialog instalasi Windows 7
4. Klik ‘Instal Now’
5.Selanjutnya anda akan mendapatkan pilihan pertanyaan apakah akan akses internet atau tidak
6. Apabila komputer anda terhubung dengan internet,maka anda bisa memilih untuk ‘Go Online……’.Atau kalau tidak terhubung dengan internet anda dapat memilih ‘Do not…..’.
7. Selanjutnya anda akan mendapatkan kotak dialog license
8. Klik ‘I Accept the license terms’.
9. Selanjutnya anda akan mendapatkan tipe instalasi
10. Pilih upgrade untuk melakukan upgrading
11. Selanjutnya anda ikuti proses selanjutnya
12. Pada proses instalasi anda akan mendapatkan restarting Windows

Cara-cara yang di atas adalah langkah yang ditempuh ketika anda akan meng-upgrade komputer anda ke Windows 7. Adapun langkah-langkah instalasi dengan menggunakan metode Clean adalah sebagai berikut :

1. Masukkan DVD Windows 7
2. Lakukan Booting melalui DVD ini
3. Pada instalasi awal anda akan mendapatkan kotak dialog instalasi
4. Pilih bahasa dan jenis keyboard
5. Klik tombol Next
6. Anda akan mendapatkan kotak dialog license
7. Lakukan ‘I Accept the license terms’
8. Klik tombol Next
9. Kemudian anda pilih jenis instalasi
10. Pilih custome (Advance)
11. Selanjutnya anda pilih Hardware Disk yang terdeteksi oleh Windows 7
12. Klik tombol Next
13. System akan melakukan instalasi dan ini akan memakan waktu tergantung pada spesifikasi hardware yang anda gunakan

Konfigurasi jaringan
Setelah selaesai melakukan instalasi,hal yang terpenting dilakukan adalah konfigurasi jaringan. Tujuannya agar anda dapat melakukan updating Windows 7 secara online dan juga melakukan aktivasi OS Windows-nya.

Konfigurasi jaringan pada Windows 7 tidaklah terlalu berbeda pada Windows Vista. Berikut ini langkah-langkah konfigurasinya :
1. Klik kanan pada tray icon gambar komputer
2. Pilih menu ‘Open Network and Sharing Center’ dengan meng-klik menu tersebut
3. Selanjutnya anda kan mendapatkan kotak dialog open network and sharing center
4. Klik menu Change adapter settings yang ada di sebelah kiri
5. Kemudian anda akan mendapatkan Adapter network yang anda miliki
6. Klilk kanan Adapter tersebut dan pilih menu properties
7. Kemudian anda akan mendapatkan kotak dialog property Adapter network kita
8. Konfigurasikan IP Version 4 maupun 6 ke DHCP kalau memang ada DHCP Server atau IP Statis jika memang tidak ada DHCP server

Aktivasi Windows
Setelah melakukan konfigurasi jaringan pada Windows 7,anda dapat melakukan aktivasi melalui menu start->computer dan klik kanan computer dan pilih properties sehingga anda akan mendapatkan kotak dialog.

Lakukan geser ke bawah sehingga ditemukan Windows Activation,klik ‘Windows Activate Now’. Selanjutnya anda akan mendapatkan kotak dialog aktivasi Windows. Klik ‘Activate Windows Online Now’. Jika berhasil,anda akan mendapatkan konfirmasi bahwa Windows 7 anda sudah dilakukan aktivasi


praktek

Juni 26, 2009

I. JUDUL PENELITIAN
KETEPATAN MENGESTIMASI BERAT BADAN LAHIR MENURUT RUMUS JHONSON DIPOLINDES BABUSSALAM KECAMATAN GERUNG

II. RINGKASAN
1. Identitas Ketua Tim peneliti
a. Nama : Yunita Marliana, SSiT
b. Jabatan : Dosen Poltekkes Depkes Mataram
Jurusan Kebidanan
c. Nama & Alamat kantor : Poltekkes Depkes Mataram
Jurusan Kebidanan
d. Nip : 197906062006012001
2. Usulan Penelitian
a. Ikhtisar Penelitian
Taksiran berat badan janin (TBBJ) intra uterin mempunyai arti penting dalam pelaksanaan persalinan. Ketepatan penaksiran berat badan lahir, baik secara pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) ataupun cara lainnya akan mempengaruhi ketepatan penatalaksanaan persalinan. (Cuningham, 2006)
Pengukuran tinggi fundus uteri secara tepat dilakukan lebih obyektif dengan skala centimeter. Tinggi fundus uteri mempunyai hubungan yang kuat dan bermakna dengan berat badan bayi dan merefleksikan pertumbuhan janin serta ukuran fetus lebih akurat. (Rosmina at al, 2001)
Dalam penelitian ini dilakukan observasi dengan melakukan pengukuran tinggi fundus uteri pada ibu bersalin kemudian diperkirakan taksiran berat badan janin dengan menggunakan rumus jonhson dan hasil dari perkiraan berat badan janin dibandingkan dengan berat badan lahir bayi.
Hasil penelitian ini bermanfat sebagai bahan acuan bagi bidan pada saat akan melakukan persiapan pertolongan persalinan sehingga dapat dengan tepat mengambil keputusan pada saat akan merujuk.

b. Tempat penelitian
Akan dilakukan di polindes Babussalam Kecamatan Gerung

c. Lama Penelitian
Penelitian berlangsung selama 5 bulan yaitu pada bulan Juni-Oktober 2009

III. LATAR BELAKANG
Kematian perinatal pada kelahiran berat badan rendah dan kesakitan akibat berat badan lahir yang besar merupakan suatu masalah tersendiri dalam dalam kesehatan perinatal dan penatalaksanaan persalinan. Taksiran berat badan janin (TBBJ) intra uterin mempunyai arti penting dalam pelaksanaan persalinan. Ketepatan penaksiran berat badan lahir, baik secara pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) ataupun cara lainnya akan mempengaruhi ketepatan penatalaksanaan persalinan dan hasilnya sehingga diharapkan dapat mengurangi kematian dan kesakitan pada persalinan (Cuningham, 2006)
Bagi penolong persalinan seperti bidan, berat badan bayi mempunyai arti yang sangat penting dalam menentukan saat rujukan, sedangkan bagi obstetrikus taksiran berat badan bayi dirasakan kepentingannya saat harus memutuskan tindakan induksi persalinan atupun resiko saesaria yang direncanakan. Terdapat berbagai cara untuk menentukan taksiran berat badan bayi diantaranya palpasi uterus, pemeriksaa ultrasonografi, pengukuran diameter biparietal, pengukuran tinggi fundus uteri dan lingkar perut. Penggunaan USG telah umum dijumpai pada rumah sakit yang telah memiliki fasilitas dan sarana pelayanan kesehatan yang cukup moderen terutama dikota besar. (Pilliterry, 2002)
Penaksiran berat badan janin dalam suatu penelitian masih dipandang perlu oleh banyak ahli kebidanan, meskipun demikian belum ada suatu metode yang berhasil membuat taksiran berat badan janin yang tepat. Dibeberapa rumah sakit, masih dilakukan taksiran berat badan janin intra uterin dengan pengukuran tinggi fundus uteri. Ketepatan taksiran berat badan janin baik melalui pengukuran tinggi fundus uteri ataupun cara lain akan mempengaruhi penatalaksanaan persalinan. (Subagio, 2000)
Pengukuran tinggi fundus uteri secara tepat dilakukan lebih obyektif dengan skala centimeter. Tinggi fundus uteri mempunyai hubungan yang kuat dan bermakna dengan berat badan bayi dan merefleksikan pertumbuhan janin serta ukuran fetus lebih akurat. (Rosmina at al, 2001)
Terdapat beberapa rumus untuk mengetahui perkiraan berat badan lahir bayi diantaranya rumus Johnson. Rumus Johnson menggunakan suatu metode untuk menaksir berat badan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri (TFU), yaitu mengukur jarak antara tepi atas sympisis pubis sampai puncak fundus uteri dengan mengikuti lengkungan uterus, memakai pita pengukur serta melakukan pemeriksaan dalam vaginal taucher (VT) untuk mengetahui penurunan bagian terendah. (Rosmina at al, 2001)

IV. PERUMUSAN MASALAH
Melihat pentingnya penggunaan metode untuk menaksir berat badan lahir janin dengan menggunakan rumus Johnson dan bidan sebagai penolong dapat mengambil suatu keputusan tindakan sehingga diharapkan dapat mengurangi kematian dan kesakitan pada saat persalinan terjadi.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat permasalahan yang belum terjawab yaitu : bagaimana ketepatan mengestimasi berat badan lahir menurut rumus jonhson di polindes Babussalam Kecamatan Gerung.

V. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui ketepatan mengestimasi berat badan lahir menurut rumus jonhson.
Adapun tujuan khusus penelitian adalah:
1. Identifikasi tinggi fundus uteri
2. Identifikasi perkiraan perat badan janin menurut rumus jonhson
3. Identifikasi berat badan lahir bayi
4. Mengetahui ketepatan mengestimasi berat badan janin menurut rumus jhonson terhadap berat badan lahir bayi

VI. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan bagi bidan dalam persiapan pertolongan persalinan sehingga dapat mengambil keputusan dalam melakukan tindakan rujukan.

VII. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN
Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif sesuai dengan bentuk penelitiannya yaitu penelitian deskriptif. Analisis statistik deskriptif ini digunakan untuk mengolah informasi yang telah diperoleh penelitian berupa data-data dari hasil pengumpulan jawaban dari hasil wawancara dengan para informan. Alat analisis data dalam penelitian kualitatif adalah (1) Reduksi data; (2) Display data; (3) Veryfikasi data.
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah:
a. Observasi adalah teknik yang didasarkan atas pengalaman secara langsung, yang memungkinkan melihat dan mengamati sendiri secara langsung, kemudian mencatat perilaku atau kejadian dan kondisi fisik sebagaimana yang terjadi dalam keadaan sebenarnya.
b. Wawancara: dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.
c. Dokumentasi: Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber non insani yang dapat berupa dokumen.

VIII. LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini akan dilakukan dipolindes Babussalam Kecamatan Gerung

IX. POPULASI DAN SAMPEL
1. Populasi penelitian : semua ibu bersalin
2. Sample penelitian : semua ibu yang bersalin dipolindes Babussalam

X. DEFINISI OPERASIONAL
NO VARIABEL DEFINISI OPERASIONAL SKALA PENGUKURAN
1. Tinggi fundus uteri Hasil pemeriksaan tinggu fundus uteri ibu hamil yang diukur pada saat bersalin menggunakan metlin dari tepi atas sympisis sampai puncak fundus Ordinal 1. 40 cm
2. Perkiraan berat badan janin menurut Jonhson Hasil perhitungan perkiraan berat badan janin yang diperoleh dengan menggunakan rumus jonhson Ordinal 1. < 2000 gram
2. 2500-4000 gram
3. 4000 gram
3. Berat badan bayi baru lahir Hasil penimbangan berat badan bayi baru lahir dengan menggunakan satua gram Ordinal 1. < 2000 gram
2. 2500-4000 gram
3. 4000 gram

XI. KERANGKA KONSEP PENELITIAN
Berdasarkan landasan teoritis diatas, maka disusunlah kerangka konsep sebagai berikut :

Gambar 1. Kerangka konsep penelitian

XII. JADWAL KEGIATAN PENELITIAN
Uraian kegiatan Tolak ukur Target Tolak Ukur
Jml Satuan Kegiatan 50% Kegiatan 80% Kegiatan 100%
Jml Satuan Jml Satuan Jml Satuan
1. Persiapan
• Pertemuan team penelitian
• Pendataan lokasi
• Peninjauan lokasi

2
2
2

Kali
Kali
Kali

1
2
2

50%
100%
100%

1
0
0

50%
0
0

0
0
0

0
0
0
2. Pelaksanaan
• Pengukuran pada sample
• Pengumpulan data
• Melengkapai data
5

5
5
Minggu

Minggu
Minggu
2

2
2
25%

25%
25%
3

3
3
75%

75%
75%
0

0
0
0

0
0
3. Pengolahan data
• Pengumpulan data
• Pengolahan data
4
1
Kali
Kali
0
0
0
0
3
0
100%
0
0
1
0
100%
4. Pembuatan laporan
• Laporan kemajuan
• Laporan akhir
1
1
Kali
Kali
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
100%
100%

XIII. BIODATA KETUA TIM PENELITI
1. Nama : Yunita Marliana, SSiT
2. Alamat : Poltekkes Depkes Mataram Jurusan Kebidanan
3. Pendidikan Profesional
NO PENDIDIKAN KOTA & NEGARA TAHUN LULUS BIDANG STUDI GELAR AKADEMIS
1. DIII Kebidanan Mataram 2004 Kebidanan AMd.Keb
2. DIV Bidan Pendidik Universitas Gadjah Mada Jogakarta 2005 Bidan pendidik SSiT

4. Riwayat pekerjaan
Dosen Poltekkes Depkes Mataram Jurusan Kebidanan

XIV. PERSETUJUAN ATASAN YANG BERWENANG

Mataram, 26 Juni 2009

Poltekkes Depkes Mataram
Ketua Jurusan Kebidanan Peneliti Utama

Rante Allo Sambara, SST.,SH.,MM. Yunita Marliana, SSiT
Nip. 195604051981112001 Nip. 197906062006012001

XV. SUSUNAN TIM PENELITI
NO NAMA KEAHLIAN/
KESARJANAAN KEDUDUKAN
DALAM TIM URAIAN TUGAS
1. Yunita Marliana SSiT Ketua Survei tempat & pengolahan data
2. Syajaratuddur Faiqah SSiT Anggota Pengumpulan data
3. Sudarmi SST Anggota Pengumpul data

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Cuningham, F. et al, 2006, Obstetric William, EGC, Jakarta

Moleong, Lexy J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda Karya

Notoatmojo Sukijo, 2005, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta

Pilleterry Adele, 2002, Perawatan Kesehatan Ibu dan Anak, EGC, Jakarta

Riyanto, Yatim. 2003. Penelitian Kualitatif. Surabaya: Penerbit SIC.

Rosmina et al, 2001, Perbandingan Ketepatan Mengestimasi Berat Badan Lahir Menurut Rumus Jonhson dan Rumus SML, FK UNSRAT, Manado

Subagio P, 2000, Hubungan Berat Badan Lahir dengan jarak syhmpisis fundus dan beberapa anthropometri ibu, tesis bagian obstetric dan ginekologi FK UNSRAT, Manado

Winkjosastro Hanifa, 2002, Ilmu Kebidanan, YBP-SP, Jakarta

PROPOSAL
RISBINAKES POLTEKKES DEPKES MATARAM
TAHUN ANGGARAN 2009

KETEPATAN MENGESTIMASI BERAT BADAN LAHIR MENURUT RUMUS JHONSON DI POLINDES BABUSSALAM KECAMATAN GERUNG TAHUN 2009

OLEH :
Yunita Marliana, S.Si.T
Syajaratuddur Faiqah, S.Si.T
Sudarmi, SST

DEPARTEMEN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM
JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN 2009


Hello world!

Juni 4, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!